Langsung ke konten utama

Postingan

Supremasi Kemanusiaan

Merenung tentang kemanusiaan, maka berfikir tentang manusia. Siapakah manusia? Kita inilah manusia: Anda dan saya. Sekalipun di antara Anda dan saya, atau Anda dan orang lainnya, terjadi perbedaan pandangan, bahkan gesekan, tetaplah semua adalah manusia. Yang tercipta dari proses dan bahan yang sama. Namun saatnya berpeluk dengan kepentingan, banyak yang lupa akan kesamaan itu. Manusia yang merangkul kepentingannya, akan menganggap manusia lain tetaplah manusia. Tetapi tidak berasal usul dari kesamaan. Benar. Kemanusiaan itu sikap yang menganggap kita semua ini sama. Sama yang disimbolkan oleh Rasul Muhammad sebagai satu tubuh atau gedung. Saat sebuah pilar keropos, para tembok dan atap pun akan sama tersakiti. Takut dan sedih karena gedung itu akan runtuh. Jatuh dan ambruk, sirna ditelan waktu. Saat kepala panas kisaran 36 derajat celcius lebih, maka tangan tidak bisa lagi kuat. Kaki terasa berat untuk berlari. Kadangpun air mata merembes tanpa disadari. Semua bagian tub...

Ironi Sekolah

Anda semua pasti agak-agak mengikuti pro kontra wacana pemberlakuan Full Day School (FDS) yang sedang hangat dibahas. Atau sekedar tahu apa kepanjangan FDS dan bagaimana konsekwensinya jika memang betul diberlakukan. Atau bahkan tidak nyambung sama sekali dengan isu ini. Nah, kalau kita masuk dalam golongan yang ketiga, kemungkinan besar pikiran kita masih selamat. Terutama dari kebingungan pro kontra FDS yang selalu diperdebatkan antara pihak yang pro dan pihak yang kontra. Beberapa minggu yang lalu Kompas TV pernah membahasnya pula dalam acara Dua Arah. Saya yang kebetulan menonton acara tersebut sampai sekarang belum bisa memposisikan di titik yang mana harus menempatkan diri. Banyak sekali faktor yang menyebabkan gagal paham saya terhadap wacana ini. Pertama, wacana penyamaan kebijakan FDS kepada semua siswa di daerah manapun, merupakan kehebohan yang selalu terjadi di dunia pendidikan kita. Tiap ganti rezim, dunia pendidikanlah yang selalu menemui kompleksitas wacana da...

Orang Sakti

Si Bongkok, Wira Sableng, Si Buta Dari Gua Hantu, Jaka Sembung, Samson, serta pendekar kesohor lainnya, adalah kumpulan orang sakti yang punya kemampuan kanuragan yang luar biasa. Mereka lahir dari rahim kebudayaan Nusantara. Produk asli perfilman di Nusantara yang pernah populer di era 80 dan 90-an. Sayangnya sekarang kharisma mereka agak memudar. Semua terjadi akibat invasi besar-besaran para pendekar impor semacam Sein Seiya, Doraemon, Son Go Ku, Power Rangers, serta yang selalu menancap di otak anak-anak kita, Naruto. Bahkan yang terakhir ini, sekuel film-nya begitu panjang. Sehingga berakibat nyata pada daya lengket film tersebut di otak anak-anak kita. Salah satu yang paling sederhana: ingat silat, ingatlah Naruto, ingat pendekar, ingatlah pula pada Naruto. Invasi berupa tayangan ini jangan dianggap persoalan sepele. Kehilangan figur orang sakti produk asli dalam negeri boleh jadi akan menjauhkan anak-anak kita dari segudang cerita heroik mereka yang banyak dikisahkan kakek...

Siasat Fulitik Mbah Paidi

Pertengahan Ramadan saya merasakan sebuah keganjilan suasana di dalam panti asuhan. Biasanya semua berjalan seperti apa adanya. Tapi ini lain, ada ganjalan di dalam pikiran tentang sesuatu yang kurang. Biasanya selama ini ada, ternyata mulai tengah bulan sesuatu tersebut tiba-tiba tidak terlihat.  “Apa ya yang membuat ganjil?”, begitu pertanyaan saya dan istri. Ternyata yang membuat ganjil itu adalah raibnya mbah Paidi dari panti asuhan. Pria tua tersebut tidak pernah lagi buka puasa dan sahur di panti. Tidak pernah lagi kelihatan tidur di kamar yang sudah kami sediakan. Tidak pernah lagi nyetel radio malam-malam. Tidak pernah lagi tiduran di teras panti sambil bertelanjang dada. Kemanakah dia? Apakah saya perlu lapor ke pemerintah desa perihal hilangnya mbah Paidi lalu pak Lurah memerintahkan para Hansip dan ketua Rt ramai-ramai menelusuri cepitan-cepitan desa, barangkali ada mbah Paidi di situ? Atau perlukah saya menghubungi Polsek agar menempel gambar sketsa wajah mbah Pai...

Mudin dan Buku Kematian

Saya ini anak dari seorang mantan mudin. Bagi yang belum tahu siapakah mudin itu, ia merupakan kependekan dari imam al-din. Dalam bahasa indonesia kosa kata itu bermakna pemimpin agama. Tempat tugasnya di desanya masing-masing. Melihat domainnya, tempat tugas mudin memang sangat sempit. Namun dari sisi tradisi keagamaan di masyarakat, pekerjaan mudin begitu luas dan jangka waktunya panjang. Ada seorang tetangga sering berseloroh bahwa semua urusan manusia, mulai ia masih di kandungan ibu, sampai ia mati, adalah wewenang dan tugas dari mudin. Konkretnya, saat seorang ibu muda mengandung, maka acara selamatan janin yang ada di kandungannya hampir pasti diserahkan kepada mudin. Begitu juga urusan memberikan nama, khitanan, pernikahan bahkan sampai orang tersebut meninggal, semua menjadi tugas mudin. Karena itu Anda jangan iri jika saya dan anggota keluarga lainnya sangat familier setiap harinya dengan telur rebus, bali ayam dan tahu, tumis buncis, perkedel dan tidak lupa mie goreng ya...

Terasi

Kemarin ada tiga orang kerabat yang berkunjung ke rumah dalam rangka lebaran. Beliau bertiga sedulur misanan dari bapak saya. Rumahnya di desa Blimbing Kesamben Jombang. Ketiganya anak dari pamannya bapak yang dikenal dengan sapaan Paman Mirhan. Konon profesinya dulu sebagai seorang mudin. Sama dengan Ahmad Dirham, kakek saya. Persis seperti bapak yang juga mantan mudin. Tiga anggota keluarga semuanya mudin. Bahkan kakek dari ibu sayapun, yang asli Rembang, juga seorang mudin. Benar-benar monarki mudin ada di keluarga saya. Tapi apalah arti mudin itu, sebab dulu yang dipentingkan adalah pengabdian, bukan gaji atau kekuasaan. Mudin bukanlah penguasa seperti gubernur atau bupati. Beberapa bulan yang lalu saya pernah memposting siapakah mudin itu. Nah, salah satu dari tiga anak mbah Mirhan tersebut bernama Kholil. Darinya saya mendengar sebuah cerita tutur (folklor) yang tidak usah dipersoalkan validitas sejarahnya. Paling penting serap saja maknanya. Berawal dari pertanyaan ibu s...

Pergeseran Arti Penting Persahabatan

Zaman ini, dengan semua sarananya yang luar biasa, berhasil melahirkan perubahan besar. Khususnya komunikasi yang mudah. Sehingga panjangnya jarak bukan lagi menjadi persoalan. Jarak yang jauh tetap bisa digunakan untuk mencipta kehangatan. Siapapun kepada siapa yang lain, akan bisa berkomunikasi, baik verbal maupun tulisan. Tentu dengan peralatan yang memadai yang disebuat hape. Alat yang kecil bentuknya, namun punya fasilitas yang pro manusia. Jadilah yang dipisah jarak, kini bisa sangat dekat. Bahkan kedekatannya bisa melebihi kepada keluarganya sendiri. Pertautan perasaan kepada teman jauh dan sudah lama tidak bertemu, itulah inti dari persahabatan. Dalam ruang virtual, orang kini bisa membangun persahabatan baik kepada individu maupun komunitas. Biasanya komunitas tersebut sudah membentuk diri dalam satu wadah yang dinamakan group. Nampaknya, group inilah bentuk persahabatan yang paling mutakhir di era virtual-digital ini. Tiap hari, bahkan tiap menit akan bermunculan ba...