Langsung ke konten utama

Postingan

Jejak Perjuangan

Di zaman Nabi Muhammad Saw. terdapatlah seorang sahabat beliau yang mulia. Kemuliaan tersebut didapatnya atas dasar pengorbanan yang kuat dalam membela agama Islam. Sahabat tersebut bernama Abdurrahman bin Auf. Sahabat ini tergolong kaya raya. Tidak heran, kekayaan itu mudah diperolehnya karena ia sangat menguasai ilmu perniagaan. Bahkan saking kayanya, pernah suatu ketika ia membuat heboh warga Madinah. Ia membuat kemacetan di jalanan Madinah karena membawa rombongan yang berjumlah sangat besar. Terdiri 700 kendaraan yang dipenuhi dengan muatan barang-barang perniagaan yang dibawanya dari Syam. Namun, sekalipun dengan kekayaan yang melimpah ruah dan keahlian dagang yang ia kuasai, tidak meluputkan semangatnya untuk terus berjuang. Salah satunya ikut dalam perang Uhud. Sebuah perang yang menyebabkan cacat di tubuhnya; bicaranya cadel karena beberapa giginya rontok dan kakinya pincang karena terkena senjata tentara kafir. Untuk keadaan yang terakhir, saya menyebutnya jejak perjua...

Manusia Makhluk Terbaik: Tinjauan Sains dan Agama

Antara sains (ilmu pengetahuan) dan agama, memang terjadi diskursus yang beragam. Beberapa diantaranya: sains dan agama saling mendukung, sains dan agama saling berpisah, sains lebih unggul dari agama, dan agama lebih tinggi dari sains. Saya sendiri membenarkan ragam yang pertama bahwa sains dan agama adalah saling mendukung. Kecondongan ini berdasarkan penelitian dan bacaan yang saya lakukan dan kemudian menemukan banyak sekali fakta bahwa memang keduanya saling mendukung. Dalam arti, keduanya memegang kebenaran yang saling terkait. Tetapi kecenderungan yang pertama tersebut jarang sekali diyakini banyak ilmuwan Barat. Mereka seperti tidak mengakui kebenaran agama, sehingga rata-rata mereka banyak yang tidak bertuhan. Sebenarnya itu tidak aneh, sebab memang sedikit dari mereka yang mau meneliti peristiwa yang terjadi di alam raya kemudian dicocokkan dengan firman Tuhan, terutama kitab al-Qur’an. Tapi untungnya, masih banyak ilmuwan yang sudah melakukan penelitan kebalikannya, unt...

Iman dan Kebersihan Sungai

Sudah kesekian tahun ini saya merasakan banyak sekali perubahan pada wajah sungai kecil di depan rumah saya. Dulu, sekira dua puluh enam tahun silam, ketika saya masih madrasah ibtidaiyah, wajah sungai tersebut bersih dan jernih. Tidak banyak sampah rumah tangga yang mengapung, karena volume sampah yang dibuang benar-benar sangat sedikit. Sehingga tak jarang setiap hari ada saja anak-anak kecil yang mandi, menceburkan diri ke sungai yang melewati dua kabupaten, Mojokerto dan Jombang itu. Termasuk juga saya. Sekarang, semenjak beberapa tahun ini, sungai kecil yang sebenarnya punya peran penting bagi kehidupan warga yang dialirinya, menjadi berubah total. Airnya kumuh, tidak jernih. Terlihat masih hijau, tetapi sangat kotor. Lebih-lebih, selalu ada sampah yang mengapung setiap detiknya. Tidak heran perubahan itu bisa terjadi dengan sangat drastis, sebab sungai kecil sebagai anak Sungai Brantas ini dijadikan tempat sampah raksasa oleh warga sekitarnya. Setiap hari banyak warga yang t...

PHK, OH PHK

Beberapa tahun ini banyak orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di daerah saya. Mereka di-PHK perusahaannya dengan berbagai alasan. Yang ada benarnya banyak, dan yang terkesan dibuat-buat, juga banyak. Rata-rata, alasan kolapsnya perusahaan adalah penyebab utama. Entah benar atau tidak, alasan inilah yang mengakibatkan banyak orang tidak lagi punya pekerjaan tetap dan harus memikirkan keberlanjutan roda ekonomi keluarga. Sedih, pilu dan sumpek, akhirnya mewarnai jiwa mereka. Apalagi biasanya rencana PHK akan disampaikan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan sebelum hari H PHK itu “diresmikan”. Yang bersangkutan pun biasanya meneruskan pula kabar itu ke istrinya. Selanjutnya istrinya menceritakan ke orang tua dan saudaranya. Emosi pun bermain di situ. Jadilah, sedih, pilu dan sumpek yang awalnya sendirian, menjadi dialami satu keluarga. Bagi istri dan kerabat, biasanya kesumpekan itu berwujud pertanyaan-pertanyaan gambaran masa depan yang penuh kesengsaraan. Anak...

IMAM KETIDURAN

Seperti biasanya Kang Joko punya jadwal tetap menjadi imam shalat fardlu di mushalla depan rumahnya. Setiap hari dia memimpin shalat maghrib dan isya’. Kang Jokopun memenuhi kewajiban tugas itu dengan sangat tertib. Suatu ketika terjadi kehebohan. Ketika itu Kang Joko yang perawakannya kurus dan mempunyai kelopak mata tebal layaknya ikan Lou Han, mengimami shalat maghrib dengan lancar seperti biasanya. Rakaat pertama dilakukannya dengan sukses. Seluruh rukun dan sunnah ditunaikan dengan sempurna. Begitu pula rakaat kedua dan ketiga, semua pelaksanaan shalat berjalan sesuai garis hukum fiqih yang selama ini diajarkan para ustad. Seluruh makmumpun lega, karena shalat maghrib di hari itu bisa terlaksana dengan baik. Tibalah saatnya pelaksanaan wiridan , setelah Kang Joko mengakhiri shalat dengan dua kali salam. Amaliah orang kampung, wabil khusus para Nahdliyin, kalau wiridan tetap sesuai arahan imam. Begitu pula yang terjadi di maghrib itu, seluruh makmum mengikuti komand...

HAPUS SAJA PRASANGKAMU

Tadi malam tak sengaja saya membuka rekaman siaran langsung pengajian Aa’ Gym (KH. Abdullah Gymnastiar), di sebuah akun facebook, yang sayang sekali saya lupa namanya. Kalau tidak salah lihat bernama MQ. Apakah itu akronim Manajemen Qolbu, nama lembaga milik Aa’ Gym? Sekali lagi saya lupa, sebab ketika saya menyimak pengajian tersebut, mata saya benar-benar mengantuk. Di dalam pengajiannya si Aa’ banyak menyampaikan materi yang semuanya bermuara pada al - akhlak al-karimah . Dan di antara ulasan tentang penjagaan pada al-akhlak al-karimah itu, Aa’ membongkar satu kebiasaan buruk kita. Ialah terlalu seringnya kita menyangka tentang banyaknya dosa orang lain. Lacut , sangkaan itupun menjadikan kita lupa pada penghitungan dosa kita sendiri. Dengan gaya bahasa yang akrab khas Aa’ Gym, beliaupun sempat menanyai satu persatu yang hadir di majelis pengajiannya itu. Kepada jamaah pria yang sudah beristri, beliau menanyakan seringkah mereka menyangka tentang berapa banyak dosa yang dilaku...

HADITS AL-IFKI DAN SEANDAINYA RASULULLAH MENJADI HAKIM DI REPUBLIK INI

Syahdan, keluarga Rasulullah Saw. pernah dihantam fitnah nan keji tentang dugaan perselingkuhan antara Sayyidatina Aisyah r.a, dengan seorang tentara Islam bernama Shafwan bin Mu’aththal, pasca perang Bani Mushthaliq. Sekalipun gosip tersebut tidak disampaikan secara terbuka di depan umum, toh pada akhirnya berhasil membuat suasana menjadi runyam. Kejadiannya sebenarnya sangat sepele. Saat selesai perang dan rombongan pasukan akan kembali ke Madinah, tiba-tiba Ummul Mukminin meminta izin kepada Rasulullah keluar dari tandu untuk buang hajat. Setelah selesai buang hajat beliaupun kembali lagi ke rombongan. Ketika sampai, beliau meraba lehernya dan mendapati kalung yang dipakainya tidak ada. Beliaupun kembali keluar untuk mencari kalungnya. Sementara itu, beberapa pasukan yang mengawal tandu merasa Ummul Mukminin sudah masuk lagi ke dalam tandu tersebut. Maka berangkatlah rombongan itu menuju ke Madinah. Sesaat kemudian kembalilah Ummul Mukminin ke lokasi awal. Ternyata beliau ter...