Merenung tentang kemanusiaan, maka berfikir tentang manusia. Siapakah manusia? Kita inilah manusia: Anda dan saya. Sekalipun di antara Anda dan saya, atau Anda dan orang lainnya, terjadi perbedaan pandangan, bahkan gesekan, tetaplah semua adalah manusia. Yang tercipta dari proses dan bahan yang sama. Namun saatnya berpeluk dengan kepentingan, banyak yang lupa akan kesamaan itu. Manusia yang merangkul kepentingannya, akan menganggap manusia lain tetaplah manusia. Tetapi tidak berasal usul dari kesamaan. Benar. Kemanusiaan itu sikap yang menganggap kita semua ini sama. Sama yang disimbolkan oleh Rasul Muhammad sebagai satu tubuh atau gedung. Saat sebuah pilar keropos, para tembok dan atap pun akan sama tersakiti. Takut dan sedih karena gedung itu akan runtuh. Jatuh dan ambruk, sirna ditelan waktu. Saat kepala panas kisaran 36 derajat celcius lebih, maka tangan tidak bisa lagi kuat. Kaki terasa berat untuk berlari. Kadangpun air mata merembes tanpa disadari. Semua bagian tub...
Hanya Ingin Membagi Perspektif