Langsung ke konten utama

Postingan

PHK, OH PHK

Beberapa tahun ini banyak orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di daerah saya. Mereka di-PHK perusahaannya dengan berbagai alasan. Yang ada benarnya banyak, dan yang terkesan dibuat-buat, juga banyak. Rata-rata, alasan kolapsnya perusahaan adalah penyebab utama. Entah benar atau tidak, alasan inilah yang mengakibatkan banyak orang tidak lagi punya pekerjaan tetap dan harus memikirkan keberlanjutan roda ekonomi keluarga. Sedih, pilu dan sumpek, akhirnya mewarnai jiwa mereka. Apalagi biasanya rencana PHK akan disampaikan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan sebelum hari H PHK itu “diresmikan”. Yang bersangkutan pun biasanya meneruskan pula kabar itu ke istrinya. Selanjutnya istrinya menceritakan ke orang tua dan saudaranya. Emosi pun bermain di situ. Jadilah, sedih, pilu dan sumpek yang awalnya sendirian, menjadi dialami satu keluarga. Bagi istri dan kerabat, biasanya kesumpekan itu berwujud pertanyaan-pertanyaan gambaran masa depan yang penuh kesengsaraan. Anak...

IMAM KETIDURAN

Seperti biasanya Kang Joko punya jadwal tetap menjadi imam shalat fardlu di mushalla depan rumahnya. Setiap hari dia memimpin shalat maghrib dan isya’. Kang Jokopun memenuhi kewajiban tugas itu dengan sangat tertib. Suatu ketika terjadi kehebohan. Ketika itu Kang Joko yang perawakannya kurus dan mempunyai kelopak mata tebal layaknya ikan Lou Han, mengimami shalat maghrib dengan lancar seperti biasanya. Rakaat pertama dilakukannya dengan sukses. Seluruh rukun dan sunnah ditunaikan dengan sempurna. Begitu pula rakaat kedua dan ketiga, semua pelaksanaan shalat berjalan sesuai garis hukum fiqih yang selama ini diajarkan para ustad. Seluruh makmumpun lega, karena shalat maghrib di hari itu bisa terlaksana dengan baik. Tibalah saatnya pelaksanaan wiridan , setelah Kang Joko mengakhiri shalat dengan dua kali salam. Amaliah orang kampung, wabil khusus para Nahdliyin, kalau wiridan tetap sesuai arahan imam. Begitu pula yang terjadi di maghrib itu, seluruh makmum mengikuti komand...

HAPUS SAJA PRASANGKAMU

Tadi malam tak sengaja saya membuka rekaman siaran langsung pengajian Aa’ Gym (KH. Abdullah Gymnastiar), di sebuah akun facebook, yang sayang sekali saya lupa namanya. Kalau tidak salah lihat bernama MQ. Apakah itu akronim Manajemen Qolbu, nama lembaga milik Aa’ Gym? Sekali lagi saya lupa, sebab ketika saya menyimak pengajian tersebut, mata saya benar-benar mengantuk. Di dalam pengajiannya si Aa’ banyak menyampaikan materi yang semuanya bermuara pada al - akhlak al-karimah . Dan di antara ulasan tentang penjagaan pada al-akhlak al-karimah itu, Aa’ membongkar satu kebiasaan buruk kita. Ialah terlalu seringnya kita menyangka tentang banyaknya dosa orang lain. Lacut , sangkaan itupun menjadikan kita lupa pada penghitungan dosa kita sendiri. Dengan gaya bahasa yang akrab khas Aa’ Gym, beliaupun sempat menanyai satu persatu yang hadir di majelis pengajiannya itu. Kepada jamaah pria yang sudah beristri, beliau menanyakan seringkah mereka menyangka tentang berapa banyak dosa yang dilaku...

HADITS AL-IFKI DAN SEANDAINYA RASULULLAH MENJADI HAKIM DI REPUBLIK INI

Syahdan, keluarga Rasulullah Saw. pernah dihantam fitnah nan keji tentang dugaan perselingkuhan antara Sayyidatina Aisyah r.a, dengan seorang tentara Islam bernama Shafwan bin Mu’aththal, pasca perang Bani Mushthaliq. Sekalipun gosip tersebut tidak disampaikan secara terbuka di depan umum, toh pada akhirnya berhasil membuat suasana menjadi runyam. Kejadiannya sebenarnya sangat sepele. Saat selesai perang dan rombongan pasukan akan kembali ke Madinah, tiba-tiba Ummul Mukminin meminta izin kepada Rasulullah keluar dari tandu untuk buang hajat. Setelah selesai buang hajat beliaupun kembali lagi ke rombongan. Ketika sampai, beliau meraba lehernya dan mendapati kalung yang dipakainya tidak ada. Beliaupun kembali keluar untuk mencari kalungnya. Sementara itu, beberapa pasukan yang mengawal tandu merasa Ummul Mukminin sudah masuk lagi ke dalam tandu tersebut. Maka berangkatlah rombongan itu menuju ke Madinah. Sesaat kemudian kembalilah Ummul Mukminin ke lokasi awal. Ternyata beliau ter...

BERATNYA JUJUR PADA DIRI SENDIRI

Tulisan kali ini adalah kisah tentang diri saya. Siapa tahu kisah saya ini bisa menjadi pelajaran penting. Sekalipun kisah ini menunjukkan jati diri saya yang sebenarnya. Jati diri yang memberitahukan bahwa saya ini pernah pula nakal dan bandel. Kisah ini terjadi sekira 14 tahun silam. Tepat ketika saya masih mengenyam bangku kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Lebih tepatnya lagi terjadi tatkala bulan Ramadhan di tahun tersebut masih berjalan di pertengahan. Seperti yang terjadi di beberapa Ramadhan di tahun-tahun sebelumnya, saat itu cuaca sangat tidak bersahabat. Bayangkan saja, ketika semua muslim berpuasa, justru panas matahari benar-benar menyiksa. Entahlah, berapa derajat suhu udara setiap siang di bulan itu. Pokoknya ketika kita berada di tengah jalan raya, sangat terasa kulit seperti terbakar. Saya masih teringat, bahkan sumur di kos-kosan pun menjadi kering, tidak kunjung muncul air hingga satu bulan. Hal itu membuat saya dan teman-teman pontang panting mencari cara a...

PENJARA DAN MANUSIA YANG TERLAHIR KEMBALI

Peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Fahmi Darmawangsyah – suami artis Inneke Koesherawati yang juga ikut tersangkut kasus – dan Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, seperti diberitakan banyak media, dalam kasus dugaan suap demi memperoleh fasilitas yang mewah di penjara dan izin luar biasa keluar penjara, benar-benar menghebohkan kita. Peristiwa itu ternyata membuka fakta-fakta lainnya tentang perilaku beberapa penghuni penjara di lapas tersebut yang menurut hemat saya lucu dan sekaligus ironis. Terutama saat Najwa Shihab, host Mata Najwa yang biasa tayang di Trans7, menyidak beberapa sel yang ditempati para napi korupsi. Hasilnya kita tahu sendiri, ada laptop, Ipad, TV, printer, springbed, dan perabotan mewah lainnya di dalam sel mereka. Jujur, saya terbahak-bahak saat menonton tayangan ketika Nana menyidak sel yang ditempati Lutfi Hasan Ishaq, Nazaruddin, OC Kaligis dan Setya Novanto. Betapa yang kita lihat seperti bukan sel penjara yang kita pahami selama ...

ANUGERAH KEAWAMAN BAGI ORANG NDESA

Sumber foto: Dok. eLSoRYA “Mas, yang namanya Gus Durian tadi itu yang sebelah mana?” Tanya seorang teman yang mengikuti halal bihalal tiga hari silam. “Mereka, ya yang ada di dalam itu,” saya menjawab sambil menunjuk letak mereka duduk dan berdiri. “Dia itu orang mana sih Mas?” Tanya teman satunya lagi yang duduk di sampingnya. “Rumah mereka ya di mana-mana. Ada yang di kota sono, di desa situ dan ada juga di kampung sana.” Jawab saya sekenanya, karena saya tidak begitu nyantol dengan substansi pertanyaan dua teman itu tadi. Baru nyantol ketika salah satu dari mereka lebih spesifik menyampaikan penjelasan. “Itu lo yang sampeyan omongkan pas sambutan tadi. Katanya ada juga di sini Gus Durian. Kan kalau saya tahu orangnya, bisa saya ajak ngobrol. Kalau beliau punya pesantren, kan bisa saja anak saya, saya pondokkan ke Gus Durian tersebut. Saya juga pingin tahu beliau itu putranya kiai siapa.” “Oh, iya ya. Maafkan saya. Saya belum sempat menjelaskan ke sampeyan...